.
Open Source dan Close Source
A. Pengertian Open Source Software
Jika
diartikan menurut arti kata, Open Source dalam bahasa Indonesia
berarti Kode Terbuka. Kode yang dimaksud kode program, yaitu perintah-perintah
yang diketikkan berdasarkan logika yang benar. Suatu program dengan lisensi
open source berarti program tersebut membuka kode programnya bagi
siapa saja yang mempelajarinya, caranya dengan menyertakan kode program bersama
dengan distribusi paket program yang sudah jadi, contoh program
open source adalah Linux.
Adapun open source yang berbasis software, open source software ini
merupakan perangkat lunak untuk membuka bebas source codenya untuk
dapat dilihat oleh orang lain dan membebaskan seseorang mengetahui cara kerja
software tersebut. Adapun kebebasan dalam penggunaan open source software
ini, antara lain :
1.
Untuk menggunakan software sesuai keinginannya.
2.
Untuk memiliki software yang tersedia sesuai kebutuhan.
3.
Untuk mendistribusikan software kepada user lainnya.
B. Pengertian Close Source
umum.
Sang pemilik code yang close source bisa membagi source codenya melalui
lisensi, entah dengan gratis maupun membayar. Meskipun gratis, lisensi tertentu
bisa membuat sebuah software tidak sepenuhnya open source. Misalnya jika di
lisensi tersebut ada larangan untuk memodifikasi code, maka software ini tidak
open source.
Keungulannya close source kita bisa mengetahui kode-kode pembuatan program itu.
Kalau udah tau kode/struktur program tersebut, maka kita bisa mengedit program
itu sesuai keinginan kita. Bisa jadi, program yang berbayar menjadi gratis
karena kita edit. Itu kalau si pemilik program mau memberikan kode-kode
tersebut secara gratis.
C. Keuntungan dan Kerugian Open Source
Software Close source adalah software yang source codenya tidak dibuka
untuk
1.
Keuntungan menggunakan open source software, antara lain :
a.
Pengurangan Pembajakan
Open source software dengan berbagai
kelebihannya, juga legal, penggunaan open source software di seluruh Indonesia
akan menyebabkan tingkat pembajakan software di Indonesia menjadi turun
drastic, dari 88% menjadi 0%.
b.
Penyelamatan devisa Negara
Dengan menggunakan OSS ini, maka
dapat dilakukan penghematan devisa Negara secara signifikan. Kemudian
dana tersebut dapat dialokasikan ke usaha-usaha yang bertujuan untuk
kesejahteraan rakyat.
c.
Keamanan Negara/Perusahaan
Open source softwar ini bebas dari
bahaya, karena bisa dilakukan audit terhadap kode programnya, maka keamanan
Negara atau perusahaan dapat terjaga dengan baik.
d.
Keamanan sistem
Dalam setiap pengoperasian komputer
banyak terdapat berbagai masalah keamanan seperti adanya virus, spyware, trojan
namun dengan menggunakan open source software ini
permasalahan-permasalahan yang terdapat pada komputer dapat
diketahui karena penanganannya pun lebih transparan.
e.
Bebas memodifikasi sesuai keperluan.
Open source software ini dikarenakan
kode programnya lebih mudah dibuka dan diakses oleh siapa saja, serta bisa
dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan penggunanya.
f.
Bebas disebarluaskan
Customer bebas untuk menggandakan
software open source sebanyak mungkan sesuai yang diperlukan tanpa perlu mereka
cemas akan pembajakan software tanpa disengaja.
g.
Ekonomis
Jika customer memiliki akses
internet, maka berbagai open source software tinggal diambil saja dari
internet.
h.
Menyejahterakan industri dalam negeri.
Industri dalam negeri non-IT
turut menikmati, karena mendapat akses ke software yang
ekonomis dan berkualitas sehingga bisa menjadi lebih kompetitif dengan
pesaing-pesaing dari luar negeri.
2.
Kerugian dalam penggunaan open source software, antara lain :
a.
Tidak ada garansi dari pengembangsn open source software.
b.
Masalah yang berhubungan dengan intelektual property.
c.
Kesulitan dalam mengetahui status project.
d.
Masih terus dalam pengembangan dan penyempurnaan.
D. Beberapa Alasan Orang
Membuat Open Source Software
Dalam papernya yang berjudul “The Cathedral and The Bazaar”, Eric S.
Raymond menjelaskan bahwa alasan seseorang membuat OSS, antara lain :
1.
Kebutuhan
Open source software ini biasanya
dikembangkan karena kebutuhan si pembuatnya, yang tidak semua software selalu
sesuai dengan apa yang dibutuhkan.
2.
Kepuasan
Banyak programmer yang melakukan
pengembangan software karena mereka menyukainya dan hal tersebut merupakan
pengungkapan intelektualitas programmer yang bersangkutan agar mendapatkan
kepuasan tersendiri dari hasil pengembangannya.
3.
Popularitas
Tidak dapat dipungkiri bahwa orang
membuat open source software ini demi popularitas karena makin banyaknya
software yang ditulisnya maka seseorang akan merasa dihargai oleh orang lain.
4.
Uang
Bila software dikembangkan banyak
dibutuhkan oleh perusahaan-perusahaan pembuat software tersebut dapat
mendirikan sebuah perusahaan untuk memberikan pelayanan bagi perusahaan
lain, sehingga mampu memperoleh hasil guna dari apa yang dilakukannya.
E. Permasalahan Dalam Open
Source Software
Pengembangan open source software ini selalu memberikan beberapa
keuntungan namun ada juga beberapa permasalahan yang timbul dalam
open source software, antara lain :
1.
Dengan banyaknya orang yang terlibat dalam pembuatan proyek software ini
tidak menjamin bahwa proyek akan selesai dengan lebih cepat. Ada kemungkinan
proyek tersebut tidak dapat terlaksana. Hal ini disebabkan dengan
semakin banyaknya orang maka perbedaan akan
sering terjadi, oleh karena itu diperlukan seorang
pemimpin yang bekerja sama dengan rekan yang lainnyan untuk membuat suatu
arahan yang jelas tentang penyelesaian proyek yang dijalankan.
2.
Terjadi konflik diantara para pengembang. Hal ini dapat terjadi apabila
satu atau beberapa
pengembang merasa tidak puas dengan
pengembang lainnya dalam proyek yang sedang dikerjakannya, bahkan tidak menutup
kemungkinan proyek tersebut akan gagal.
3.
Pemilihan software. Dalam pemilihan software-software yang akan digunakan
oleh penggunanya, mereka lebih cenderung akan memilih software-software yang
aplikasinya tidak membosankan.
4.
Ketergantungan pada satu orang
pemimpin.
Proyek-proyek open source biasanya dimulai oleh satu atau beberapa
orang, sehingga mengakibatkan hanya menggantungkan pada satu orang
pemimpin saja.
5.
Penjiplakan. Dengan tersedianya kode sumber bagi
setiap software, tidak tertutup kemungkinan ada
pihak-pihak yang memanfaatkan hal tersebut demi kepentingan
dirinya sendiri.
F. Manfaat Open Source
Software Bagi Indonesia
Open source software tidak hanya bermanfaat bagi negara-negara maju,
namun open source software juga dapat memberikan manfaat yang lebih
besar bagi negara-negara berkembang seperti Indonesia, karena umumnya
program open source software ini tersedia dengan biaya yang relatif lebih
murah dibandingkan program closed source, sehingga akan mampu menghemat
devisa yang keluar. Dalam paper Tedi Hariyanto (2001) menjelaskan
bahwa biasanya, open source software ini memberikan manfaat bagi
dunia pendidikan, bisnis dan pemerintahan. Bagi Dunia Pendidikan dengan
adanya open source software maka pelajar, mahasiswa ataupun
pendidik tidak lagi mempelajari sesuatu secara teoritis namun mereka pun dapat
mempraktikkannya, misalnya saja dalam ilmu komputer.
1.
Bagi Dunia Bisnis
Dengan memanfaatkan open source
software ini, dunia bisnis akan memperoleh manfaat yaitu rendahnya biaya
instalasi program, reabilitas yang tinggi, keamanan yang tinggi sehingga
total biaya pemilik usaha menjadi rendah dan memperkecil terjadinya kesalahan yang
akan mengakibatkan kerugian besar.
2.
Bagi Pemerintahan
Seiring dengan berkembangnya
tuntutan otomi daerah, maka penggunaan open source software patut menjadi
pertimbangan dalam perencanaan sistem informasi pemerintahan. Dengan
menggunakan program-program open source software, anggaran yang
dibutuhkan relatif lebih rendah dibandingkan dengan
program-program closed source. Dengan adanya open source ini, pemerintah
dapat mendukung perkembangan teknologi informasi di daerahnya dan serta memberikan
kesempatan kerja pada masyarakat.
G. Hal-hal Yang Dapat Menjadi
Penghambat pada Open Source Software
1.
Hukum dan Keamanan
Saat ini situasi keamanan di
Indonesia sangat tidak dapat di duga. Hal ini tentu saja akan
mengganggu perkembangan proyek-proyek open source software
serta kegiatan-kegiatan lainnya. Keadaan ini semakin diperparah dengan
adanya aturan-aturan hukum yang tidak barjalan serta tidak dihargainya para
aparat penegak hukum misalnya belum diberlakukannya hukum bagi Hak atas
Kekayaan Intelektual (HAKI). Dengan demikian dapat menghambat
perkembangan open source software di Indonesia, karena dengan mudah dan
murahnya orang memperoleh program tersebut maka open source software
tidak akan diterima oleh masyarakat umum.
2.
Kurangnya Pengetahuan Masyarakat Mengenai Open Source Software
Umumnya software-software open
source ini hanya dikenal oleh kalangan-kalangan tertentu saja, hal ini
disebabkan belum gencarnya media Indonesia memberikan informasi mengenai open
source software tersebut. Akibatnya masyarakat secara umum belum mengetahui
program ini sehingga masyarakat lebih memilih software-software yang pada
umumnya sudah dikenal dan mudah di dapat.
3.
Sulitnya Memperoleh Software Open Source
Pendistribusian software open souce
pada umumnya dilakukan melalui internet. Akan tetapi karena koneksi
internet yang ada di Indonesia masih sangat memprihatinkan, maka
tidak semua orang memiliki akses terhadap internet tersebut, sehingga
akan sangat sulit untuk mengambil (men-download) softwarenya yang berukuran
besar, misalnya aplikasi Star Office 5.1 yang berukuran kurang
lebih 50MB. Oleh karena itu, kebanyakkan masyarakat Indonesia masih
kesulitan dalam memperoleh software-software open source.
4.
Belum Adanya Dukungan dari Dunia Pendidikan
Dengan adanya kemudahan dalam
memperoleh software-software bajakan, para mahasiswa dan para pendidik tidak
merasa perlu menggunakan software open source karena tidak adanya paksaan. Bila
hal ini terus terjadi, maka di masa mendatang dunia pendidikan di Indonesia
akan sangat tertinggal dari negara-negara yang menghargai HAKI (Hak Atas
Kekayaan Intelektual) dan menggunakan program open source software,
dunia pendidikan akan memperoleh manfaat.
5.
Belum Adanya Dukungan dari Pihak Pemerintah
Saat ini dukungan program ini oleh
pemerintah secara nyata belum terlihat. Untuk mendapatkan dukungan
pemerintah hamper tidaklah mungkin, karena adanya keterbatasan dana dan
permasalahan lain yang harus dihadapi pemerintah.
H. Penggunaan Open Source Software
Dalam Masyarakat Indonesia
Semakin berkembang pesatnya
perkembangan
teknologi
saat ini, banyak pula terdapat masalah-masalah pada penggunaan open source
software di kalangan masyarakat Indonesia. Mengakibatkan masyarakat lebih
memilih software bajakan yang lebih murah harganya
dibandingakn software asli yang harganya lebih mahal. Hal ini akan berakibat
timbulnya kesenjangan digital di Indonesia yang semakin parah.
Solusi yang digunakan untuk menyelesaikan semua permasalahan ini adalah
dengan open source software yang dapat digunakan secara bebas dan gratis tanpa
harus mencuri. Namun untuk memperolehnya butuh pengorbanan, baik
dari segi waktu maupun tenaga, karena kita harus mempunyai niat
untuk mau berusaha beradaptasi dan belajar dengan software-software
baru berbasis open source tersebut.
Penggunaan aplikasi open source software ini menyediakan kode-kode sumber
yang dapat memperbaiki segala kesalahan, baik kesalahan logika
maupun kesalahan pengkodean dalam program ini dan perbaikan tersebut
dikirim lagi ke internet oleh siapa saja yang menemukan kesalahan
tersebut. Dengan menggunakan program open source ini, masyarakat
Indonesia terbebas dari masalah legalitas serta masyarakat juga bisa
belajar menghormati HAKI sehingga bangsa Indonesia akan dihargai oleh
bangsa-bangsa lainnya.
I. Perkembangan
Open Source Software di Indonesia
Keterlibatan pemerintah dalam mendukung program open source di Indonesia sudah
cukup besar, sehingga banyak sudah proyek-proyek open source yang
dikerjakan komunitas pengembang lokal di Indonesia seperti proyek
penerjamahan distribusi linux SUSE, dll dan proyek-proyek ini
berjalan cukup baik. Melihat perkembangan yang ada dengan diimbangi kemajuan,
maka pemerintah dapat terpengaruh untuk lebih focus terhadap usaha
pemberantasan software-software illegal sehingga dengan dilakukanya cara
tersebut mampu mengalami kemajuan yang
berarti.
Memang seharusnya,pemerintah harus lebih cepat bertindak dari pada hanya selalu
melakukan razia saja terhadap penggunaan software bajakan. Sebab jauh
lebih penting menjadi motivator, pelopor dan fasilitator dalam penggunaan
aplikasi open source software yang salah satunya sebagai
solusi alternatif untuk pengembangan dan pemakain aplikasi komputer berbasis
open source software ini diajarkan di sekolah-sekolah, agar tingkat pembajakan
terhadap program ini semakin turun sehingga bisa bermanfaat bagi masyarakat Indonesia.
J. Keuntungan dan
Kekurangan Close Source
1.
Kelebihan Close Source
a.
Linux gratis. Gratis disini berarti tidak harus membeli lisensi.
b.
Linux stabil.
c.
Linux open source. source code yang disertakannya.
d.
Linux aman (secure). Linux mengimplementasikan standar protocol keamanan yang
sangat aman.
e.
Linux cepat dan jalan terus (keep on running), tidak harus restart saat selesai
install aplikasi.
f.
Banyak dukungan dan dokumentasi. Linux dan komunitasnya menyediakan milyaran
dokumentasi (Readme, HOWTO, Guide, Manual, Info).
g.
Linux menjunjung tinggi kemerdekaan tiap orang untuk berkreasi.
h.
Bebas Virus. Linux itu merupakan like- Unix, dan Unix itu bebas virus. Mengapa
bebas virus? Karena didalam system operasi Unix, setiapkali akan mengakses
sistem, mengubah, menghapus, menambah bagian dari sistem, selalu diminta
konfirmasi password, sedangkan virus tidak tahu password sistem kecuali pemilik
sistem tersebut.
i.
Linux mempunyai banyak pilihan. Kita bisa memilih Linux menurut selera kita,
banyak sekali distro (perusahaan yang menyediakan sistem operasi Linux) yang
ada dimuka bumi ini.
j.
Tampilan Linux tidak lagi mengecewakan.
2.
Kekurangan Close Source
a.
Pengoperasiannya yang Sulit.
b.
Linux mengeluarkan banyak Distro sehingga membuat user bingung.
c.
Tidak ada Game Linux berkualitas sama dengan Game Windows.
d.
Masih Minimnya Dukungan Hardware dan Driver.
e.
Software Yang Digunakan Tidak Tersedia di Linux.
f.
Tidak Ada Waktu Untuk Belajar.
g.
Kurangnya sosialiasi.
h.
Ketergantungan dengan sofware bajakan.
i.
Tidak adanya dukungan resmi.
j.
Sedikitnya buku/web tentang linux.
II.
Perbandingan Software Pengembang
A. Software Open Source
1.
Software Perkantoran
a.
Mengenal Open Office.org Writer
OpenOffice.org Writer adalah salah
satu komponen dalam OpenOffice.org yang berfungsi untuk mengedit dokumen adapun
dokumen format yang bisa digunakan adalah .doc .odt .rtf dan bisa export ke
.pdf dengan sekali klik.
Memiliki fitur pengolah kata modern
seperti Auto Correct, Auto Complete, Auto Format, Styles and Formatting, Text
Frames dan Linking, Tables of Contents, Indexing, Bibliographical References,
Illustrations, Tables.
Program ini sangat mudah digunakan
untuk membuat memo cepat, sangat stabil dan mampu untuk membuat dokumen dengan
banyak halaman serta banyak gambar dan judul heading.
b.
Kelebihan dan Kekurangan Office.org Writer
1)
Kelebihan
·
Ringan dapat membuka format dari MS
Word tipe apapun termasuk tipe .docx.
·
Dapat mengkonvert ke bentuk .pdf
secara langsung seperti save as biasa.
·
Memiliki lebih banyak tipe file
untuk penyimpanan (dapat menyimpan file dalam format yang dimiliki MS Word
2007).
2)
Kekurangan
·
Jika membuka file dari tipe .docx
sering kali formatnya berubah.
·
Jika menyimpan ke bentuk .rtf,
setelah dibuka di MS Word formatnya juga berubah.
·
Peletakan panel (tombol) untuk
mengedit spasi sulit ditemukan.
·
Untuk membuat page break seperti di
word susah ditemukan panel (tombol) nya.
·
Tidak dapat mempublish tulisan ke
blog.
·
Tidak bisa menggunakan equation
untuk menulis rumus.
c.
Memulai menjalankan Office.org Writer
Langkah-langkah untuk menjalankan
OpenOffice.org Writer dengan menggunakan Start Menu adalah sebagai berikut.
1)
Klik Applications Starter.
2)
Pilih Office.
3)
Pilih OpenOffice.org Word Processor/Writer.
d.
Bagian-bagian dari OpenOffice.Org Writer
1)
Title Bar
Bagian pertama dari tampilan
OpenOffice.org Writer adalah Title Bar atau Baris Judul yang berada pada
jendela paling atas. Bagian ini menjadi indikator nama file yang sedang aktif.
Pada gambar diatas, dokumen yang sedang aktif adalah Untitled 1, sedangkan
OpenOffice.org Writer adalah nama program aplikasinya. Jika Anda membuka
dokumen baru lagi, secara otomatis Title Bar akan menunjukkan nama Untitled2,
Untitled3, dan seterusnya.
2)
Control Window
Bagian kedua terletak di bagian
kanan Title Bar. Bagian ini sering disebut Control Window dan berfungsi untuk
mengatur jendela lembar kerja OpenOffice.org Writer. Terdapat tiga jenis ikon
yang mempunyai nama dan fungsi yang berbeda, yaitu :
·
Minimize, berfungsi untuk
memperkecil tampilan layar OpenOffice.org Writer.
·
Maximize dan Restore, berfungsi
untuk memperbesar tampilan layar OpenOffice.org Writer dan untuk mengembalikan
ukuran tampilan jendela ke ukuran semula.
·
Close, berfungsi untuk menutup
seluruh lembar kerja OpenOffice.org Writer dan keluar dari programnya. Ikon ini
sama dengan perintah File → Exit dari menu bar.
3)
Menu Bar
Menu bar pada dasarnya merupakan
kumpulan beberapa menu utama yang berfungsi sebagai perintah untuk mengolah
dokumen pada OpenOffice.org Writer. OpenOffice.org Writer menyediakan sembilan
menu yang terdapat pada menu bar. Kesembilan menu yang merupakan menu pull-down
tersebut adalah File, Edit, View, Insert, Format, Table, Tools, Window, dan
Help. Huruf bergaris bawah pada menu merupakan huruf kunci (shortkey) yang
dapat Anda gunakan bersamaan dengan tombol ALT pada keyboard untuk membuka
menu-menu tersebut. Sebagai contoh, kita dapat membuka menu Edit dengan menekan
tombol ALT + E secara bersamaan.
4)
Toolbar Standard
Toolbar adalah sekumpulan perintah
berbentuk gambar atau ikon yang dikelompokkan berdasarkan fungsinya. Toolbar
Standard adalah ikon-ikon utama yang dapat kita gunakan untuk membuka,
menyimpan, mencetak, menyalin, memotong file atau karakter dalam dokumen
OpenOffice.org Writer.
5)
Toolbar Formatting Toolbar Formatting
Toolbar formatting adalah sekumpulan
ikon yang berfungsi untuk mengatur, memodifikasi atau memformat objek-objek
pada dokumen seperti objek gambar, tabel, dan teks. Toolbar Formatting juga
dapat Anda gunakan untuk mengganti jenis, ukuran dan warna huruf.
6)
Horizontal Ruler
Bagian ini berfungsi untuk mengatur
posisi batas kiri dan batas kanan dari sebuah paragraf yang terdapat dalam
dokumen OpenOffice.org Writer.
7)
Vertical Ruler
Bagian ini berfungsi untuk mengatur
posisi batas atas dan batas bawah dari sebuah paragraf yang terdapat dalam
dokumen OpenOffice.org Writer.
8)
Horizontal Scroll Bar
Bagian ini digunakan untuk menggeser
jendela lembar kerja ke kiri atau ke kanan agar bagian teks yang tidak terlihat
karena halaman terlalu lebar menjadi terlihat.
9)
Vertical Scroll Bar
Bagian ini digunakan untuk menggeser
jendela lembar kerja ke atas atau ke bawah agar bagian teks yang tak terlihat
karena halaman terlalu panjang.
10)
Toolbar Drawing
Toolbar Drawing berisi ikon-ikon
yang dapat Anda gunakan untuk membuat dokumen yang disertai gambar, auto shapes
dan tulisan yang menarik dengan Font Work Gallery.
11)
Status Bar
Status Bar Merupakan bagian yang
terletak pada posisi paling bawah dan berfungsi untuk menampilkan informasi
halaman, ukuran tampilan, Caps Lock, Num Lock dan sebagainya. Menu-Menu pada
OpenOffice.Org Writer :
·
Menu File
Menu File merupakan menu yang
digunakan untuk mengelola dokumen secara keseluruhan, misalnya untuk membuka
dokumen baru, menyimpan dokumen, mencetak dokumen, dan sebagainya. Dalam menu File
terdapat 21 sub menu, yaitu New, Open, Recent Documents, Close, Save, Save As,
Save All, Reload, Version, Export, Export As PDF, Send, Properties, Digital
Signatures, Templates, Preview in Browser, Page Preview, Print, Printer
Settings, dan Exit.
·
Menu Edit
Menu Edit merupakan menu yang
berhubungan dengan proses pengeditan dokumen yang sifatnya operasional,
misalnya menyalin, memotong, mencari dan mengganti teks dalam dokumen. Menu
Edit terdiri dari 25 sub menu yang meliputi Undo/Can't Undo, Redo/Can't
Restore, Repeat Typing, Cut, Copy, Paste, Paste Special, Select Text, Selection
Mode, Select All, Changes, Compare Document, Find & Replace, Navigator,
Auto Text, Exchange Database, Fileds, Footnote, Index Entry, Bibliography
Entry, Hyperlink, Links, Plug-in, dan Image Map dan Object.
·
Menu Insert
Menu Insert berguna untuk
menyisipkan suatu objek atau unsur tertentu ke dalam sebuah dokumen. Objek yang
biasanya disisipkan adalah gambar, frame, tabel, hyperlink, karakter khusus,
animasi, audio dan video, serta beberapa jenis objek lainnya. Terdapat 24 sub
menu dalam menu Insert, yaitu Manual Break, Fields, Special Character,
Formatting Mark, Section, Hyperlink, Header, Footer, Footnote, Caption,
Bookmark, Cross-reference, Note, Script, Indexes and Tables, Envelope, Frame,
Table, Horizontal Ruler, Picture, Movie and Sound, Object, Floating Frame, dan
File. Dalam menu Insert juga terdapat 7 cascading menu, yaitu Fields,
Formatting Mark, Header, Footer, Indexes and Tables, Picture dan Object.
·
Menu Format
Menu Format adalah menu yang
disediakan oleh OpenOffice.org Writer untuk mengatur format teks, paragraf,
atau dokumen. Menu ini terdiri dari 19 sub menu yang masing-masing memiliki
fungsi berbeda dalam hal pemformatan dokumen. Sub menu tersebut
antara lain Default Formatting,
Character, Paragraphs, Bullet and Numbering, Page, Change Case, Column,
Section, Style and Formatting, AutoFormat, Anchor, Wrap, Alignment, Arrange,
Flip, Group, Object, Frame dan Picture. Di dalam menu ini juga.
·
Menu Table Menu Table
Sesuai namanya, menu Table merupakan
menu untuk membuat dan mengatur tabel. Menu ini dari 17 sub menu, yaitu Insert,
Delete, Select, Merge Cells, Split Cells, Protect Cells, Merge Table, Split
Table, AutoFormat, Autofit, Heading rows repeat, Convert, Sort, Formula, Number
Format, Table Boundaries, Table Properties. Dalam menu Table terdapat 5
cascading menu, yaitu pada Insert, Delete, Select, Autofit dan Convert.
·
Menu Tools
Menu Tools dapat kita gunakan untuk
mengaktifkan fasilitas-fasilitas yang tersedia pada OpenOffice.org Writer dan
berfungsi untuk memperbaiki dokumen. Ada 19 menu yang terdapat pada Menu Tools,
yaitu SpellCheck, Language, Word Count, AutoCorrect, Outline Numbering, Line
Numbering, Footnotes, Gallery, Media Player, Bibliography Databases, Mail Merge
Wizard, Sort, Calculate, Update, Macros, Extention Manager, XML Filter
Settings, Customize, Options. Dalam menu Tools ini terdapat 3 cascading menu,
yaitu Language, Update dan Macros.
·
Menu Window
Menu Window adalah menu untuk
mengatur jendela-jendela dokumen yang sedang terbuka. Nama-nama dokumen yang
sedang aktif akan ditampilkan di bawah sub menu Window dan dapat Anda pilih
dengan cara mengkliknya. Terdapat 2 buah sub menu dalam menu Window, yaitu New
Window dan Close Window. Selain itu, terdapat sub menu berisi nama file yang
sedang aktif.
·
Menu Help
Menu Help bermanfaat untuk
menampilkan fasilitas bantuan atau informasi mengenai
OpenOffice.org. Terdapat 6 buah sub
menu dalam menu Help, meliputi OpenOffice.org Help, What's this?, Get Help
Online, Translate This Application, Report a Bug, dan About OpenOffice.org.
2.
Software Grafis
a.
Mengenal Blender
Blender adalah software gratis yang
bisa anda gunakan untuk modeling, texuring, lighting, animasi dan video post
processing 3 dimensi. Blender juga merupakan sebuah software pengolah 3 dimensi
dan animasi yang bisa dijalankan di Windows, Machintos, dan Linux. Sama seperti
software 3D pada umumnya seperti 3DSmax, blender bisa dikerjakan di hampir
semua software 3D komersial lainnya, ray trace dengan kualitas tinggi,
mempunyai simulasi physics yang bagus, dan penggunaan UV unwrapping yang sangat
sempurna.
b.
Kelebihan Blender
1)
OPEN SOURCE! Blender merupakan salah satu software open source, dimana kita
bisa bebas memodifikasi source codenya untuk keperluan pribadi maupun
komersial, asal tidak melanggar GNU General Public License yang digunakan
Blender.
2)
GPL General Public License
MULTI PLATFORM! Karena sifatnya yang
open source, Blender tersedia untuk berbagai macam operasi sistem seperti
Linux, Mac dan Windows. Sehingga file yang dibuat menggunakan Blender versi
Linux tak akan berubah ketika dibuka di Blender versi Mac maupun Windows.
3)
UPDATE! Dengan status yang Open Source, Blender bisa dikembangkan oleh
siapapun. Sehingga update software ini jauh lebih cepat dibandingkan software
sejenis lainnya. Bahkan dalam hitungan jam, terkadang software ini sudah ada
update annya. Update an tersebut tak tersedia di situs resmi blender.org
melainkan di graphicall.org
4)
FREE! Blender merupakan sebuah software yang GRATIS! Blender gratis bukan
karena tidak laku, melainkan karena luar biasanya fitur yang mungkin tak dapat
dibeli dengan uang, selain itu dengan digratiskannya software ini, siapapun
bisa berpartisipasi dalam mengembangkannya untuk menjadi lebih baik. Gratisnya
Blender mendunia bukan seperti 3DMAX/ Lainnya yang di Indonesia Gratis membajak
:p. Tak perlu membayar untuk mendapatkan cap LEGAL. Karena Blender GRATIS dan
LEGAL.
5)
LENGKAP! Blender memiliki fitur yang lebih lengkap dari software 3D
lainnya. Coba cari software 3D selain Blender yang di dalamnya tersedia
fitur Video editing, Game Engine, Node Compositing, Sculpting. Bukan plugin lho
ya, tapi sudah include atau di bundling seperti Blender.
6)
RINGAN! Blender relatif ringan jika dibandingkan software sejenis. Hal ini
terbuti dengan sistem minimal untuk menjalankan Blender. Hanya dengan RAM 512
dan prosesor Pentium 4 / sepantaran dan VGA on board, Blender sudah dapat
berjalan dengan baik namun tidak bisa digunakan secara maksimal. Misal untuk
membuat highpolly akan sedikit lebih lambat.
7)
KOMUNITAS TERBUKA! Tidak perlu membayar untuk bergabung dengan komunitas
Blender yang sudah tersebar di dunia. Dari yang newbie sampai yang sudah
advance terbuka untuk menerima masukan dari siapapun, selain itu mereka juga
saling berbagi tutorial dan file secara terbuka. Salah satu contoh nyatanya
adalah OPEN MOVIE garapan Blender Institute.
