Selasa, 21 April 2015

Open Source dan Close Source



.             

 Open Source dan Close Source

A.   Pengertian Open Source Software

Jika diartikan menurut arti kata, Open Source dalam   bahasa Indonesia berarti Kode Terbuka. Kode yang dimaksud kode program, yaitu perintah-perintah yang diketikkan berdasarkan logika yang benar. Suatu program dengan lisensi open source   berarti program tersebut membuka kode programnya bagi siapa saja yang mempelajarinya, caranya dengan menyertakan kode program bersama dengan distribusi   paket program yang sudah jadi, contoh program open source adalah Linux.
            Adapun open source yang berbasis  software, open source software ini merupakan perangkat lunak untuk  membuka  bebas source codenya untuk dapat dilihat oleh orang lain dan membebaskan seseorang mengetahui cara kerja software tersebut. Adapun kebebasan dalam penggunaan open  source software ini, antara lain :
1.    Untuk menggunakan software sesuai keinginannya.
2.    Untuk memiliki software yang tersedia sesuai kebutuhan.
3.    Untuk mendistribusikan software kepada user lainnya.


B.   Pengertian Close Source

           umum. Sang pemilik code yang close source bisa membagi source codenya melalui lisensi, entah dengan gratis maupun membayar. Meskipun gratis, lisensi tertentu bisa membuat sebuah software tidak sepenuhnya open source. Misalnya jika di lisensi tersebut ada larangan untuk memodifikasi code, maka software ini tidak open source.
            Keungulannya close source kita bisa mengetahui kode-kode pembuatan program itu. Kalau udah tau kode/struktur program tersebut, maka kita bisa mengedit program itu sesuai keinginan kita. Bisa jadi, program yang berbayar menjadi gratis karena kita edit. Itu kalau si pemilik program mau memberikan kode-kode tersebut secara gratis.

C.   Keuntungan dan Kerugian Open Source Software Close source adalah software yang source codenya tidak dibuka untuk

1.    Keuntungan menggunakan open source software, antara lain :
a.    Pengurangan Pembajakan
Open source software dengan berbagai kelebihannya, juga legal, penggunaan open source software di seluruh Indonesia akan menyebabkan tingkat pembajakan software di Indonesia menjadi turun drastic, dari 88% menjadi 0%.
b.    Penyelamatan devisa Negara
Dengan menggunakan OSS ini, maka dapat dilakukan penghematan devisa Negara  secara signifikan. Kemudian dana tersebut dapat  dialokasikan ke usaha-usaha yang bertujuan untuk kesejahteraan rakyat.
c.    Keamanan Negara/Perusahaan
Open source softwar ini bebas dari bahaya, karena bisa dilakukan audit terhadap kode programnya, maka keamanan Negara atau perusahaan dapat terjaga dengan baik.
d.    Keamanan sistem
Dalam setiap pengoperasian komputer banyak terdapat berbagai masalah keamanan seperti adanya virus, spyware, trojan namun dengan menggunakan open source software ini permasalahan-permasalahan  yang terdapat  pada komputer dapat diketahui karena penanganannya  pun lebih transparan.
e.    Bebas memodifikasi sesuai keperluan.
Open source software ini dikarenakan kode programnya lebih mudah dibuka dan diakses oleh siapa saja, serta bisa dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan penggunanya.


f.     Bebas disebarluaskan
Customer bebas untuk menggandakan software open source sebanyak mungkan sesuai yang diperlukan tanpa perlu mereka cemas akan pembajakan software tanpa disengaja.
g.    Ekonomis
Jika customer memiliki akses internet, maka berbagai open source software tinggal diambil saja dari internet.
h.    Menyejahterakan industri dalam negeri.
Industri dalam negeri non-IT  turut  menikmati,  karena  mendapat akses  ke software yang ekonomis dan berkualitas sehingga bisa menjadi lebih kompetitif dengan pesaing-pesaing dari luar negeri.
2.    Kerugian dalam penggunaan open source software, antara lain :
a.    Tidak ada garansi dari pengembangsn open source software.
b.    Masalah yang berhubungan dengan intelektual property.
c.    Kesulitan dalam mengetahui status project.
d.    Masih terus dalam pengembangan dan penyempurnaan.
D.     Beberapa Alasan Orang Membuat Open Source Software

            Dalam papernya yang berjudul “The Cathedral and The Bazaar”, Eric S. Raymond  menjelaskan bahwa alasan seseorang membuat OSS, antara lain :
1.    Kebutuhan
Open source software ini biasanya dikembangkan karena kebutuhan si pembuatnya, yang tidak semua software selalu sesuai dengan apa yang dibutuhkan.

2.    Kepuasan
Banyak programmer yang melakukan pengembangan software karena mereka menyukainya dan hal tersebut merupakan pengungkapan intelektualitas programmer yang bersangkutan agar mendapatkan kepuasan tersendiri dari hasil pengembangannya.
3.    Popularitas
Tidak dapat dipungkiri bahwa orang membuat open source software ini demi  popularitas karena makin banyaknya software yang ditulisnya maka seseorang akan merasa dihargai oleh orang lain.
4.    Uang
Bila software dikembangkan banyak dibutuhkan oleh perusahaan-perusahaan pembuat software tersebut dapat mendirikan sebuah perusahaan untuk memberikan pelayanan bagi perusahaan  lain, sehingga mampu memperoleh hasil guna dari apa yang dilakukannya.

E.     Permasalahan Dalam Open Source Software

            Pengembangan open source software ini selalu memberikan beberapa keuntungan  namun ada  juga beberapa permasalahan yang timbul dalam open source software, antara lain :
1.    Dengan banyaknya orang yang terlibat dalam pembuatan proyek software ini  tidak menjamin bahwa proyek akan selesai dengan lebih cepat. Ada kemungkinan proyek tersebut tidak dapat terlaksana. Hal ini disebabkan  dengan  semakin  banyaknya  orang  maka  perbedaan  akan sering   terjadi,   oleh karena itu diperlukan seorang pemimpin yang bekerja sama dengan  rekan yang lainnyan untuk membuat suatu arahan yang jelas tentang penyelesaian proyek yang dijalankan.
2.    Terjadi konflik diantara para pengembang. Hal ini dapat terjadi apabila satu   atau beberapa pengembang        merasa tidak puas dengan pengembang lainnya dalam proyek yang sedang dikerjakannya, bahkan tidak menutup kemungkinan proyek tersebut akan gagal.
3.    Pemilihan software. Dalam pemilihan software-software yang akan digunakan  oleh penggunanya, mereka lebih cenderung akan memilih software-software yang aplikasinya tidak membosankan.
4.    Ketergantungan pada satu orang pemimpin.            Proyek-proyek open source   biasanya dimulai oleh satu atau beberapa orang, sehingga mengakibatkan   hanya menggantungkan pada satu orang pemimpin saja.
5.    Penjiplakan. Dengan  tersedianya  kode  sumber  bagi  setiap  software, tidak  tertutup  kemungkinan  ada  pihak-pihak  yang  memanfaatkan  hal tersebut demi kepentingan dirinya sendiri.

F.      Manfaat Open Source Software Bagi Indonesia

            Open source software tidak hanya bermanfaat bagi negara-negara maju, namun  open source software juga dapat  memberikan manfaat yang lebih besar bagi negara-negara berkembang seperti Indonesia, karena umumnya  program open source software  ini tersedia dengan biaya yang relatif lebih murah dibandingkan program closed source,  sehingga akan mampu menghemat devisa yang keluar. Dalam paper Tedi Hariyanto   (2001) menjelaskan bahwa biasanya, open source software ini memberikan manfaat bagi   dunia pendidikan, bisnis dan pemerintahan. Bagi Dunia Pendidikan dengan  adanya  open  source software maka pelajar, mahasiswa ataupun pendidik tidak lagi mempelajari sesuatu secara teoritis namun mereka pun dapat mempraktikkannya, misalnya saja dalam ilmu komputer.
1.    Bagi Dunia Bisnis
Dengan memanfaatkan open source software ini, dunia bisnis akan memperoleh manfaat yaitu rendahnya biaya instalasi program, reabilitas yang  tinggi, keamanan yang tinggi sehingga total biaya pemilik usaha menjadi rendah dan memperkecil terjadinya kesalahan yang          akan mengakibatkan kerugian besar.
2.    Bagi Pemerintahan
Seiring dengan berkembangnya  tuntutan  otomi daerah, maka penggunaan open source software patut menjadi pertimbangan dalam perencanaan sistem  informasi pemerintahan. Dengan menggunakan program-program open   source software, anggaran yang dibutuhkan relatif  lebih rendah dibandingkan   dengan program-program closed source. Dengan adanya open source ini,  pemerintah dapat mendukung perkembangan teknologi informasi di daerahnya dan serta memberikan kesempatan kerja pada masyarakat.

G.    Hal-hal Yang Dapat Menjadi Penghambat pada Open Source Software

1.    Hukum dan Keamanan
Saat  ini situasi keamanan di Indonesia sangat tidak dapat di duga. Hal ini   tentu saja akan  mengganggu perkembangan proyek-proyek open source   software serta kegiatan-kegiatan lainnya. Keadaan ini semakin diperparah  dengan adanya aturan-aturan hukum yang tidak barjalan serta tidak dihargainya para aparat penegak hukum misalnya belum diberlakukannya  hukum bagi Hak atas Kekayaan Intelektual (HAKI). Dengan demikian dapat   menghambat perkembangan open source software di Indonesia, karena  dengan mudah dan murahnya orang memperoleh program tersebut maka open  source software tidak akan diterima oleh masyarakat umum.
2.    Kurangnya Pengetahuan Masyarakat Mengenai Open Source Software
Umumnya software-software open source ini  hanya dikenal oleh kalangan-kalangan tertentu saja, hal ini disebabkan belum gencarnya media Indonesia memberikan informasi mengenai open source software tersebut. Akibatnya masyarakat secara umum belum mengetahui program ini sehingga  masyarakat lebih memilih software-software yang pada umumnya sudah dikenal dan mudah di dapat.


3.    Sulitnya Memperoleh Software Open Source
Pendistribusian software open souce pada umumnya dilakukan melalui   internet. Akan tetapi karena koneksi internet yang ada di Indonesia masih   sangat memprihatinkan, maka tidak semua orang memiliki akses terhadap  internet tersebut, sehingga akan sangat sulit untuk mengambil (men-download) softwarenya yang berukuran besar, misalnya aplikasi Star Office  5.1  yang berukuran kurang lebih 50MB. Oleh karena itu, kebanyakkan  masyarakat Indonesia masih kesulitan dalam memperoleh software-software open source.
4.    Belum Adanya Dukungan dari Dunia Pendidikan
Dengan  adanya kemudahan dalam memperoleh software-software bajakan, para mahasiswa dan para pendidik tidak merasa perlu menggunakan software open source karena tidak adanya paksaan. Bila hal ini terus terjadi, maka di masa mendatang dunia pendidikan di Indonesia akan sangat tertinggal dari  negara-negara yang menghargai HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual) dan   menggunakan program open source software, dunia pendidikan akan memperoleh manfaat.
5.    Belum Adanya Dukungan dari Pihak Pemerintah
Saat ini dukungan program ini oleh pemerintah secara nyata belum terlihat.   Untuk mendapatkan dukungan pemerintah hamper tidaklah mungkin, karena adanya keterbatasan dana dan permasalahan lain yang harus dihadapi pemerintah.

H.    Penggunaan Open Source Software Dalam Masyarakat Indonesia

            Semakin berkembang pesatnya            perkembangan             teknologi saat ini, banyak pula terdapat masalah-masalah pada penggunaan open source software di kalangan masyarakat Indonesia.  Mengakibatkan masyarakat lebih memilih software bajakan yang lebih  murah  harganya  dibandingakn software asli yang harganya lebih mahal. Hal ini akan berakibat timbulnya kesenjangan digital di Indonesia yang semakin parah.
            Solusi yang digunakan untuk menyelesaikan semua permasalahan ini adalah  dengan open source software yang dapat digunakan secara bebas dan gratis tanpa harus   mencuri. Namun untuk memperolehnya butuh pengorbanan, baik dari segi waktu   maupun tenaga, karena kita harus mempunyai niat untuk mau berusaha beradaptasi dan   belajar dengan software-software baru berbasis open source tersebut.
            Penggunaan aplikasi open source software ini menyediakan kode-kode sumber  yang dapat  memperbaiki segala  kesalahan, baik kesalahan logika maupun kesalahan  pengkodean dalam program ini dan perbaikan tersebut dikirim lagi ke internet oleh siapa   saja yang menemukan kesalahan tersebut. Dengan menggunakan program open source   ini, masyarakat Indonesia terbebas dari masalah legalitas serta masyarakat  juga bisa belajar menghormati HAKI sehingga bangsa Indonesia akan dihargai oleh bangsa-bangsa lainnya.

I.       Perkembangan Open Source Software di Indonesia

            Keterlibatan pemerintah dalam mendukung program open source di Indonesia sudah cukup besar, sehingga banyak sudah proyek-proyek open source yang dikerjakan  komunitas pengembang lokal di Indonesia seperti proyek penerjamahan distribusi linux   SUSE, dll dan proyek-proyek ini berjalan cukup baik. Melihat perkembangan yang ada dengan diimbangi kemajuan, maka pemerintah dapat terpengaruh untuk lebih focus terhadap usaha pemberantasan software-software illegal sehingga dengan dilakukanya cara tersebut mampu mengalami       kemajuan yang berarti.             Memang seharusnya,pemerintah harus lebih cepat bertindak dari pada hanya selalu melakukan razia saja terhadap penggunaan software  bajakan. Sebab jauh lebih penting menjadi motivator, pelopor dan fasilitator dalam penggunaan aplikasi  open  source software yang salah satunya sebagai  solusi alternatif untuk pengembangan dan pemakain aplikasi komputer berbasis open source software ini diajarkan di sekolah-sekolah, agar tingkat pembajakan terhadap program ini semakin turun sehingga bisa bermanfaat bagi masyarakat Indonesia.


J.      Keuntungan dan Kekurangan Close Source

1.    Kelebihan Close Source
a.       Linux gratis. Gratis disini berarti tidak harus membeli lisensi.
b.      Linux stabil.
c.       Linux open source. source code yang disertakannya.
d.      Linux aman (secure). Linux mengimplementasikan standar protocol keamanan yang sangat aman.
e.       Linux cepat dan jalan terus (keep on running), tidak harus restart saat selesai install aplikasi.
f.       Banyak dukungan dan dokumentasi. Linux dan komunitasnya menyediakan milyaran dokumentasi (Readme, HOWTO, Guide, Manual, Info).
g.       Linux menjunjung tinggi kemerdekaan tiap orang untuk berkreasi.
h.      Bebas Virus. Linux itu merupakan like- Unix, dan Unix itu bebas virus. Mengapa bebas virus? Karena didalam system operasi Unix, setiapkali akan mengakses sistem, mengubah, menghapus, menambah bagian dari sistem, selalu diminta konfirmasi password, sedangkan virus tidak tahu password sistem kecuali pemilik sistem tersebut.
i.        Linux mempunyai banyak pilihan. Kita bisa memilih Linux menurut selera kita, banyak sekali distro (perusahaan yang menyediakan sistem operasi Linux) yang ada dimuka bumi ini.
j.        Tampilan Linux tidak lagi mengecewakan.
2.      Kekurangan Close Source
a.       Pengoperasiannya yang Sulit.
b.      Linux mengeluarkan banyak Distro sehingga membuat user bingung.
c.       Tidak ada Game Linux berkualitas sama dengan Game Windows.
d.      Masih Minimnya Dukungan Hardware dan Driver.
e.       Software Yang Digunakan Tidak Tersedia di Linux.
f.       Tidak Ada Waktu Untuk Belajar.
g.       Kurangnya sosialiasi.
h.      Ketergantungan dengan sofware bajakan.
i.        Tidak adanya dukungan resmi.
j.        Sedikitnya buku/web tentang linux.
II.              Perbandingan Software Pengembang

A.     Software Open Source
1.    Software Perkantoran
a.       Mengenal Open Office.org Writer
OpenOffice.org Writer adalah salah satu komponen dalam OpenOffice.org yang berfungsi untuk mengedit dokumen adapun dokumen format yang bisa digunakan adalah .doc .odt .rtf dan bisa export ke .pdf dengan sekali klik.
Memiliki fitur pengolah kata modern seperti Auto Correct, Auto Complete, Auto Format, Styles and Formatting, Text Frames dan Linking, Tables of Contents, Indexing, Bibliographical References, Illustrations, Tables.
Program ini sangat mudah digunakan untuk membuat memo cepat, sangat stabil dan mampu untuk membuat dokumen dengan banyak halaman serta banyak gambar dan judul heading.
b.      Kelebihan dan Kekurangan Office.org Writer
1)         Kelebihan
·           Ringan dapat membuka format dari MS Word tipe       apapun termasuk tipe .docx.
·           Dapat mengkonvert ke bentuk .pdf secara langsung seperti save as biasa.
·           Memiliki lebih banyak tipe file untuk penyimpanan (dapat menyimpan file dalam format yang dimiliki MS Word 2007).
2)         Kekurangan
·           Jika membuka file dari tipe .docx sering kali formatnya berubah.
·           Jika menyimpan ke bentuk .rtf, setelah dibuka di MS Word formatnya juga berubah.
·           Peletakan panel (tombol) untuk mengedit spasi sulit ditemukan.
·           Untuk membuat page break seperti di word susah ditemukan panel (tombol) nya.
·           Tidak dapat mempublish tulisan ke blog.
·           Tidak bisa menggunakan equation untuk menulis rumus.
c.       Memulai menjalankan Office.org Writer
Langkah-langkah untuk menjalankan OpenOffice.org Writer dengan menggunakan Start Menu adalah sebagai berikut.
1)         Klik Applications Starter.
2)         Pilih Office.
3)         Pilih OpenOffice.org Word Processor/Writer.
d.      Bagian-bagian dari OpenOffice.Org Writer
1)        Title Bar
Bagian pertama dari tampilan OpenOffice.org Writer adalah Title Bar atau Baris Judul yang berada pada jendela paling atas. Bagian ini menjadi indikator nama file yang sedang aktif. Pada gambar diatas, dokumen yang sedang aktif adalah Untitled 1, sedangkan OpenOffice.org Writer adalah nama program aplikasinya. Jika Anda membuka dokumen baru lagi, secara otomatis Title Bar akan menunjukkan nama Untitled2, Untitled3, dan seterusnya.
2)        Control Window
Bagian kedua terletak di bagian kanan Title Bar. Bagian ini sering disebut Control Window dan berfungsi untuk mengatur jendela lembar kerja OpenOffice.org Writer. Terdapat tiga jenis ikon yang mempunyai nama dan fungsi yang berbeda, yaitu :
·           Minimize, berfungsi untuk memperkecil tampilan layar OpenOffice.org Writer.
·           Maximize dan Restore, berfungsi untuk memperbesar tampilan layar OpenOffice.org Writer dan untuk mengembalikan ukuran tampilan jendela ke ukuran semula.
·           Close, berfungsi untuk menutup seluruh lembar kerja OpenOffice.org Writer dan keluar dari programnya. Ikon ini sama dengan perintah File → Exit dari menu bar.
3)        Menu Bar
Menu bar pada dasarnya merupakan kumpulan beberapa menu utama yang berfungsi sebagai perintah untuk mengolah dokumen pada OpenOffice.org Writer. OpenOffice.org Writer menyediakan sembilan menu yang terdapat pada menu bar. Kesembilan menu yang merupakan menu pull-down tersebut adalah File, Edit, View, Insert, Format, Table, Tools, Window, dan Help. Huruf bergaris bawah pada menu merupakan huruf kunci (shortkey) yang dapat Anda gunakan bersamaan dengan tombol ALT pada keyboard untuk membuka menu-menu tersebut. Sebagai contoh, kita dapat membuka menu Edit dengan menekan tombol ALT + E secara bersamaan.
4)        Toolbar Standard
Toolbar adalah sekumpulan perintah berbentuk gambar atau ikon yang dikelompokkan berdasarkan fungsinya. Toolbar Standard adalah ikon-ikon utama yang dapat kita gunakan untuk membuka, menyimpan, mencetak, menyalin, memotong file atau karakter dalam dokumen OpenOffice.org Writer.
5)        Toolbar Formatting Toolbar Formatting
Toolbar formatting adalah sekumpulan ikon yang berfungsi untuk mengatur, memodifikasi atau memformat objek-objek pada dokumen seperti objek gambar, tabel, dan teks. Toolbar Formatting juga dapat Anda gunakan untuk mengganti jenis, ukuran dan warna huruf.
6)        Horizontal Ruler
Bagian ini berfungsi untuk mengatur posisi batas kiri dan batas kanan dari sebuah paragraf yang terdapat dalam dokumen OpenOffice.org Writer.
7)        Vertical Ruler
Bagian ini berfungsi untuk mengatur posisi batas atas dan batas bawah dari sebuah paragraf yang terdapat dalam dokumen OpenOffice.org Writer.
8)        Horizontal Scroll Bar
Bagian ini digunakan untuk menggeser jendela lembar kerja ke kiri atau ke kanan agar bagian teks yang tidak terlihat karena halaman terlalu lebar menjadi terlihat.
9)        Vertical Scroll Bar
Bagian ini digunakan untuk menggeser jendela lembar kerja ke atas atau ke bawah agar bagian teks yang tak terlihat karena halaman terlalu panjang.
10)    Toolbar Drawing
Toolbar Drawing berisi ikon-ikon yang dapat Anda gunakan untuk membuat dokumen yang disertai gambar, auto shapes dan tulisan yang menarik dengan Font Work Gallery.
11)    Status Bar
Status Bar Merupakan bagian yang terletak pada posisi paling bawah dan berfungsi untuk menampilkan informasi halaman, ukuran tampilan, Caps Lock, Num Lock dan sebagainya. Menu-Menu pada OpenOffice.Org Writer :
·           Menu File
Menu File merupakan menu yang digunakan untuk mengelola dokumen secara keseluruhan, misalnya untuk membuka dokumen baru, menyimpan dokumen, mencetak dokumen, dan sebagainya. Dalam menu File terdapat 21 sub menu, yaitu New, Open, Recent Documents, Close, Save, Save As, Save All, Reload, Version, Export, Export As PDF, Send, Properties, Digital Signatures, Templates, Preview in Browser, Page Preview, Print, Printer Settings, dan Exit.
·           Menu Edit
Menu Edit merupakan menu yang berhubungan dengan proses pengeditan dokumen yang sifatnya operasional, misalnya menyalin, memotong, mencari dan mengganti teks dalam dokumen. Menu Edit terdiri dari 25 sub menu yang meliputi Undo/Can't Undo, Redo/Can't Restore, Repeat Typing, Cut, Copy, Paste, Paste Special, Select Text, Selection Mode, Select All, Changes, Compare Document, Find & Replace, Navigator, Auto Text, Exchange Database, Fileds, Footnote, Index Entry, Bibliography Entry, Hyperlink, Links, Plug-in, dan Image Map dan Object.
·           Menu Insert
Menu Insert berguna untuk menyisipkan suatu objek atau unsur tertentu ke dalam sebuah dokumen. Objek yang biasanya disisipkan adalah gambar, frame, tabel, hyperlink, karakter khusus, animasi, audio dan video, serta beberapa jenis objek lainnya. Terdapat 24 sub menu dalam menu Insert, yaitu Manual Break, Fields, Special Character, Formatting Mark, Section, Hyperlink, Header, Footer, Footnote, Caption, Bookmark, Cross-reference, Note, Script, Indexes and Tables, Envelope, Frame, Table, Horizontal Ruler, Picture, Movie and Sound, Object, Floating Frame, dan File. Dalam menu Insert juga terdapat 7 cascading menu, yaitu Fields, Formatting Mark, Header, Footer, Indexes and Tables, Picture dan Object.
·           Menu Format
Menu Format adalah menu yang disediakan oleh OpenOffice.org Writer untuk mengatur format teks, paragraf, atau dokumen. Menu ini terdiri dari 19 sub menu yang masing-masing memiliki fungsi berbeda dalam hal pemformatan dokumen. Sub menu tersebut
antara lain Default Formatting, Character, Paragraphs, Bullet and Numbering, Page, Change Case, Column, Section, Style and Formatting, AutoFormat, Anchor, Wrap, Alignment, Arrange, Flip, Group, Object, Frame dan Picture. Di dalam menu ini juga.
·           Menu Table Menu Table
Sesuai namanya, menu Table merupakan menu untuk membuat dan mengatur tabel. Menu ini dari 17 sub menu, yaitu Insert, Delete, Select, Merge Cells, Split Cells, Protect Cells, Merge Table, Split Table, AutoFormat, Autofit, Heading rows repeat, Convert, Sort, Formula, Number Format, Table Boundaries, Table Properties. Dalam menu Table terdapat 5 cascading menu, yaitu pada Insert, Delete, Select, Autofit dan Convert.
·           Menu Tools
Menu Tools dapat kita gunakan untuk mengaktifkan fasilitas-fasilitas yang tersedia pada OpenOffice.org Writer dan berfungsi untuk memperbaiki dokumen. Ada 19 menu yang terdapat pada Menu Tools, yaitu SpellCheck, Language, Word Count, AutoCorrect, Outline Numbering, Line Numbering, Footnotes, Gallery, Media Player, Bibliography Databases, Mail Merge Wizard, Sort, Calculate, Update, Macros, Extention Manager, XML Filter Settings, Customize, Options. Dalam menu Tools ini terdapat 3 cascading menu, yaitu Language, Update dan Macros.
·           Menu Window
Menu Window adalah menu untuk mengatur jendela-jendela dokumen yang sedang terbuka. Nama-nama dokumen yang sedang aktif akan ditampilkan di bawah sub menu Window dan dapat Anda pilih dengan cara mengkliknya. Terdapat 2 buah sub menu dalam menu Window, yaitu New Window dan Close Window. Selain itu, terdapat sub menu berisi nama file yang sedang aktif.
·           Menu Help
Menu Help bermanfaat untuk menampilkan fasilitas bantuan atau informasi mengenai
OpenOffice.org. Terdapat 6 buah sub menu dalam menu Help, meliputi OpenOffice.org Help, What's this?, Get Help Online, Translate This Application, Report a Bug, dan About OpenOffice.org.
2.    Software Grafis
a.       Mengenal  Blender
Blender adalah software gratis yang bisa anda gunakan untuk modeling, texuring, lighting, animasi dan video post processing 3 dimensi. Blender juga merupakan sebuah software pengolah 3 dimensi dan animasi yang bisa dijalankan di Windows, Machintos, dan Linux. Sama seperti software 3D pada umumnya seperti 3DSmax, blender bisa dikerjakan di hampir semua software 3D komersial lainnya, ray trace dengan kualitas tinggi, mempunyai simulasi physics yang bagus, dan penggunaan UV unwrapping yang sangat sempurna.
b.      Kelebihan Blender
1)        OPEN SOURCE! Blender merupakan salah satu software open source, dimana kita bisa bebas memodifikasi source codenya untuk keperluan pribadi maupun komersial, asal tidak melanggar GNU General Public License yang digunakan Blender.
2)        GPL General Public License
MULTI PLATFORM! Karena sifatnya yang open source, Blender tersedia untuk berbagai macam operasi sistem seperti Linux, Mac dan Windows. Sehingga file yang dibuat menggunakan Blender versi Linux tak akan berubah ketika dibuka di Blender versi Mac maupun Windows.
3)        UPDATE! Dengan status yang Open Source, Blender bisa dikembangkan oleh siapapun. Sehingga update software ini jauh lebih cepat dibandingkan software sejenis lainnya. Bahkan dalam hitungan jam, terkadang software ini sudah ada update annya. Update an tersebut tak tersedia di situs resmi blender.org melainkan di graphicall.org
4)        FREE! Blender merupakan sebuah software yang GRATIS! Blender gratis bukan karena tidak laku, melainkan karena luar biasanya fitur yang mungkin tak dapat dibeli dengan uang, selain itu dengan digratiskannya software ini, siapapun bisa berpartisipasi dalam mengembangkannya untuk menjadi lebih baik. Gratisnya Blender mendunia bukan seperti 3DMAX/ Lainnya yang di Indonesia Gratis membajak :p. Tak perlu membayar untuk mendapatkan cap LEGAL. Karena Blender GRATIS dan LEGAL.
5)        LENGKAP! Blender memiliki fitur yang lebih lengkap dari software 3D lainnya.  Coba cari software 3D selain Blender yang di dalamnya tersedia fitur Video editing, Game Engine, Node Compositing, Sculpting. Bukan plugin lho ya, tapi sudah include atau di bundling seperti Blender.
6)        RINGAN! Blender relatif ringan jika dibandingkan software sejenis. Hal ini terbuti dengan sistem minimal untuk menjalankan Blender. Hanya dengan RAM 512 dan prosesor Pentium 4 / sepantaran dan VGA on board, Blender sudah dapat berjalan dengan baik namun tidak bisa digunakan secara maksimal. Misal untuk membuat highpolly akan sedikit lebih lambat.
7)        KOMUNITAS TERBUKA! Tidak perlu membayar untuk bergabung dengan komunitas Blender yang sudah tersebar di dunia. Dari yang newbie sampai yang sudah advance terbuka untuk menerima masukan dari siapapun, selain itu mereka juga saling berbagi tutorial dan file secara terbuka. Salah satu contoh nyatanya adalah OPEN MOVIE garapan Blender Institute.